Sunday, March 16, 2014
| Langit Berawan |
Beberapa hari yang lalu, ketika aku sedang memindahkan file-file hasil berburu foto ke hardisk laptopku, kuperhatikan hasil jepretanku, senyum tersungging di bibirku ketika kusadari objek yang hampir selalu ada di hasil jepretanku adalah lagit. Ya, langit. Mulai dari langit biru berawan, lazuardi (langit biru tanpa awan), langit senja, langit fajar, langit musim dingin yang kebanyakan berwarna abu-abu, dan langit malam ketika bulan purnama bersinar.
| Langit Senja |
Langit senja, entah warna jingganya yang molek atau aura misterius yang terpancar darinya, yang jelas ia memikat mataku hingga lensa kamerakupun tak ayal mengarah kepadanya. Menemaniku dari halte bus hingga tiba dirumah merupakan waktu favoritku bersamanya.
| Lazuardi |
Ada kala waktu, dimana langit biru tanpa awan, sang lazuardi, memukau mataku terutama dihari-hari musim dingin yang lebih banyak dihiasi langit berwarna abu-abu, sang lazuardi merupakn fenomena yang tergolong langka. Tak akan kulewatkan tentu saja. Lensa kamera amatirku langsung kuarahkan pada objek dan menjadikan sang lazuardi latar belakang yang tak mengecewakan, terutama bagiku.
Langit seperti akan terus menjadi objek fotoku yang tidak akan berubah, ia selalu ada disetiap aku menapak, dijalan manapun, bersama siapapun, dan kapanpun.
| Langit Malam Fullmoon |
| Langit Dari Tepi Pantai |
*click pictures to see the original size
*pictures were taken by me, please credit to me if you want to re-post
"Just like seasons, people change" - anonymous
Ungkapan diatas mungkin tidak salah, hanya terkadang kita saja yang tidak bisa melihatnya, karena kadang terlalu kecil ataupun sepele. Seperti halnya dahulu ketika menulis masih menjadi kebiasaan yang sulit rasanya untuk dilepaskan. Namun, seiring dengan berlalunya waktu, ketika kata "bosan" yang seharusnya tak pernah ada dikamusku, muncul begitu saja ketika hal-hal lain menyibukkanku. Sesal? Tentu saja, kuakui hal itu mengesalkanku. Bagaimana tidak? Ketika kubuka kembali lembaran-lembaran yang pernah kutulis, seakan berabad lamanya, terbersit dibenakku, "ah... dikehidupanku episode ini pernah kulalui". Betapa nostalgia akan memori dimasa lalu akan menjadi begitu berharga ketika umurmu beranjak dewasa, lembaran cerita-cerita yang membuatmu tertawa ataupun menangis, kutipan dari buku kehidupanmu yang suatu saat bisa kau banggakan dan kau dongengkan kembali. Oh, mungkin sang kebosanan mengacaukan dan menghalangimu, namun bukan berarti kau tak bisa melawannya, kan?
| secangkir hot chocolate saat menulis, menenangkan |
Bagiku, cerita sore ini terlalu indah untuk dilewatkan dan terlalu sayang untuk tidak diabadikan. Dan mengapa sore? Karena saat itulah biasanya akan lahir cerita-cerita yang mungkin belum pernah terceritakan sebelumnya. Sebelum sang malam melemahkan ragamu, saatnya mengdongengkan kisah sore ini. Oleh karenanya, sudah waktunya sang kebosanan beranjak dari tidur siangnya yang panjang di kepalaku. Sudah saatnya kisah sore ini diceritakan kembali. Tentang aku, kamu, dan dunia.
Subscribe to:
Posts (Atom)