Monday, June 1, 2015

HUJAN

Theme Song : Kiss the Rain by Yiruma



Minggu, 31 Mei 2015...

Aku suka hujan.

Tentunya hujan normal tanpa angin yang mampu menumbangkan pohon dan menyebabkan banyak orang bersedih. Hanya hujan yang bisa kupandangi dengan tenang dari balik jendela sambil menyeruput secangkir teh atau coklat hangat.

Aku suka hujan.

Tentunya bukan dikarenakan oleh sahabat-sahabatku yang juga menyukainya, meski mungkin hal itu merupakan salah satu alasanaku untuk makin menyukai hujan, namun, aku menyukai hujan yang membawa kesejukan hari-hari di kotaku yang bersuhu kian meninggi.

Aku suka hujan.

Tentunya bukan hanya karena ia menyuburkan alam, namun karena suara tetesannya menenangkan hati, membuatku merasa nyaman dan diselimuti rasa kantuk. Aku merasa saat hujan turun, aku dapat menyapu gundah hati, meski hanya sejenak. Sejenak yang berarti.

Aku suka hujan.

Tentunya bukan karena terdengar romantis ketika diucapkan, seperti banyak orang mengartikannya, hanya saja “fenomena hujan” sendiri merupakan hal yang luar biasa menurutku. Sangat luar biasa hingga sang “mastermind” menjadi tak tertandingi.

Aku suka hujan.

Hujan menyajikan keindahan alam setelah ia mereda. Hujan memberikanku kesempatan mengulurkan tangan sejenak untuk merasakan butiran-butiran airnya yang sejuk. Hujan memberikanku kesenangan untuk mengatakan “aku suka hujan”.

"I'm singing in the rain to keep my hope alive, cause I'm dreaming that I'm sinking again" Day by day, Lunafly.

ME VS MONITOR LIZARD (BIAWAK!!!)

Re-post tulisan dari halaman-ku yang lama. Gaya tulisan yang masih lugu (ditambah sedikit edit-an) dan cerita yang masih bisa membuatku tersenyum-senyum sendiri. 

---

Senin, 26 Oktober 2009…

Seperti biasa, setiap Senin aku mendapat giliran untuk piket club (Houkiboshi tercinta!). Aku datang sekitar pukul 11-an dan masih sendirian, teman-temanku yang lain belum menampakkan batang hidung mereka. Dengan santai aku membuka semua gembok yang ada dipintu, mulai menyapu dan dengan manis duduk didepan computer. Nah lho?? Komputernya gak mau nyala.

“Kenapa lagi nih?” tanyaku pada diri sendiri. Owwwww…. Selidik punya selidik, sepertinya wayer-nya rusak. Aku beralih deh kelaptop ku.

Aku duduk didepan kulkas, karna memang stop kontaknya ada didekat situ. Kemudian aku mengambil meja lipat kecil disudut lemari, meletakkan laptopku keatasnya, lengkap dengan speaker miniku. Mulailah aku menghidupkan musik (tentu saja lagunya seputaran Korea dan Jepang… Tapi, kadang suka nyelip juga lagu dari barat, 1-2 lagu… hehehehehe….^0^) sambil aku mengarang untuk chapter selanjutnya FF-ku (sebelum aku benar-benar digorok readers karna gak nyelesainnya! Readers-ku memang nyeremin!! Kyaaaaaaaaaaa….hahahaha…. Tapi aku sayang mereka!^^).

Dengan asyik aku mulai mengetik kelanjutan cerita FF-ku (karna memang lagi banjir ide), tiba-tiba aku mendengar suara kresek-kresek yang datang dari arah sampingku. Aku menoleh…

“Kyaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!” teriakku.

“Kyaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa!!!!”  aku langsung bangun dari dudukku dan mundur beberapa langkah kebelakang.

Seekor biawak (catat, BIAWAK!!!) dengan santainya berjalan diatas karpet bamboo yang ada diklub. Panjangnya sekitar 1 meter dan dia cuma berjarak dua meter dari tempat aku duduk tadi. Didalam pikiranku, si biawak itu buaya! Abis besar banget sih…

Mendengar aku teriak, rupanya si biawak ikutan kaget. Dianya langsung muter kebelakang, kearah dia masuk (ya pintu masuk!) dan melenggang buru-buru pergi dari situ.

Fiuh… Aku menghela nafas lega. Masih kaget sih, sampai-sampai tanganku gemetar saking kagetnya!! Koq bisa sih itu makhluk nyasar kedalam ruang klub? Pasti dari belakang klub deh asalnya, secara dibelakang ada rawa-rawa… Hmmm…. Yang jelas aku masih shock sampai temanku datang dan aku gak sanggup lagi nyambung FF yang sedang aku tulis. Ya ampun…